The Palapa Group: Kembangkan Krui di Selatan Sumatera, Mengundang Investor

2018-02-03

Indonesia, tanpa diragukan lagi, memiliki beragam daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Salah satu daerah yang memiliki potensi meningkatkan industri pariwisata Indonesia adalah Krui, yang terletak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Selatan Sumatera. Surga tersembunyi bagi para peselancar internasional dan nasional tersebut membawa ombak yang besar dari Samudera Hindia.

Potensi tersebut dilihat dan dikembangkan oleh sekelompok anak muda yang bernaung di bawah The Palapa Group, grup investasi yang berfokus di area infrastruktur, sumber daya alam, dan konsumen, yang ingin menciptakan semangat baru, perspektif segar, dan meningkatkan perkembangan daerah Krui agar lebih menarik, khususnya bagi para wisatawan mancanegara. Lebih jauh, The Palapa Group memiliki harapan untuk menjunjung investasi unik, pertambahan nilai, dan mempromosikan daerah tersebut ke arah yang lebih baik. 

“Kami percaya bahwa bisnis yang baik perlu memiliki jangkauan yang luas dan inovatif, serta berfokus pada infrastruktur, sumber daya alam, dan teknologi di setiap daerah yang akan dikembangkan,” kata Satrio Rama Widyowicaksono, Komisaris The Palapa Group.

The Palapa Group juga mengusung sistem investasi dekonsentrasi atau lebih berfokus untuk melakukan investasi di luar kota-kota besar untuk menyeimbangkan permintaan persediaan dalam setiap proyek yang dilakukan. Sistem investasi dekonsentrasi tersebut juga diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia di Indonesia.

Grup investasi ini memulai kesuksesan proyek properti perdana mereka di Jatinagor, Sumedang dengan membangun kosan premium dengan fasilitas lengkap mulai dari wi-fi, laundry, shuttle, hingga rooftop untuk mahasiswa bernama Panorama Residence Jatinangor. Dalam jangka waktu 10 bulan beroperasi, hunian dengan total kamar 47 unit tersebut sudah terisi lebih dari 90%.

Melihat potensi pariwisata yang unik dan semakin meningkat di Krui,  kini, The Palapa Group berfokus mengembangkan wilayah tersebut melalui Cabana Surf and Stay,sebuah resor atau surf camp yang terdiri dari 5 pondok eksklusif dan 2 pondok bunk bed yang dituajukan untuk para wisatawan. Surf camp ini direncanakan akan siap dihuni pada bulan Juli 2017 mendatang. 

Surf Camp tersebut merupakan sebuah usaha untuk membawakan ‘rumah’ bagi para petualang selancar. Selain memberikan pengalaman mengendarai ombak menantang di 19 titik selancar dan pemandangan alam yang indah, Cabana Surf and Stay adalah tempat bagi para peselancar dari seluruh dunia bertemu dan bertukar ide. Dalam hal ini, The Palapa Group juga berkolaborasi dengan komunitas peselancar lokal dalam mendorong kemajuan olahraga surfing di Indonesia dan seluruh dunia. Hal tersebut menunjukkan, The Palapa Group tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur saja, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia yang berada di sekitar Krui.

“Cabana Surf and Stay memiliki visi untuk menjadi surf camp terbaik, serta yang paling menguntungkan di Indonesia,” lanjut Rama. “Berdasarkan visi tersebut, kami berkomitmen untuk menjadi ujung tombak pemberian akomodasi terbaik dan paling otentik dalam kurun waktu tiga tahun, dan menjadi penghubung bagi para komunitas peselancar di Asia Tenggara dalam kurun waktu lima tahun mendatang.”

Tantangan yang kini sedang dihadapi oleh The Palapa Group yaitu meningkatkan kesadaran sebagian besar masyarakat terhadap potensi daerah yang tengah mereka kembangkan. Tantangan ini tentunya dapat pula dilihat sebagai kesempatan emas. Oleh karena itu, The Palapa Group ingin mengajak para calon investor untuk turut membangun berbagai macam sumber daya di daerah tempat berinvestasi mereka nantinya, khususnya di Krui.

Mengenai rencana terhadap Krui, The Palapa Group ingin mengembangkan Krui sebagai international surfing hub. Berdasarkan segi investasi, kondisi Krui saat ini sangat menguntungkan, karena persediaan hotel di Krui masih sedikit sementara permintaan dari wisatawan terutama wisatawan mancanegara sangat banyak. The Palapa Group yakin, dengan kondisi tersebut pengembalian modal investasi akan terhitung cepat (dalam kurun waktu kurang dari lima tahun) jika dibandingkan dengan investasi resor di daerah lainnya.

Hal ini terbukti dengan beberapa surf camp di sekitar Cabana yang menyediakan resor dengan ekspansi dalam kurun waktu tiga tahun, namun sayangnya resor tersebut merupakan milik Warga Negara Asing. Maka dari itu, mengembangkan Krui merupakan sebuah kesempatan emas untuk meningkatkan industri pariwisata Indonesia.

“Melalui bentuk investasi yang unik, kami yakin dapat menjadi pemimpin pasar atau paling tidak menjadi penantang pasar. Kami juga ingin mendorong semangat dan menginspirasi anak-anak muda untuk berkontribusi lebih untuk Indonesia,” tutup Rama.

***Selesai***

 

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

PR Cabana Surf and Stay

E: pr@cabanasurfandstay.com

P: +628118870909

Share the article

WE WANT YOU
TO HAVE A REAL
EXPERIENCE

BOOK NOW !
Top