Potensi Perikanan di Pesisir Barat, Selatan Sumatera

2018-02-01

Jakarta, 14 Agustus 2017 – Kabupaten Pesisir Barat, Selatan Sumatera, dikenal sebagai destinasi wisata selancar kelas internasional bagi para petarung ombak. Tidak heran, wilayah yang memiliki sejumlah spot dengan ombak kuat khas Samudera Hindia ini belum lama terpilih menjadi tuan rumah ajang Krui Pro 2017 yang diadakan oleh World Surf League (WSL).

Ternyata lebih dari itu, kehidupan masyarakat Pesisir Barat juga menarik untuk diangkat. Memiliki sejumlah ±4.000 nelayan, melaut merupakan aktivitas sehari-hari sebagian besar penduduk di sini. Aktivitas memancing biasanya dilakukan mulai dari perbatasan Lemong, Bengkulu sampai ke ujung Pulau Belimbing.

Mengenai ikan unggulan, Pesisir Barat menggadang ikan Tuhuk atau dikenal dengan Blue Marlin sebagai ikan ‘jagoan’ wilayah ini. Biasa diolah menjadi berbagai macam jenis masakan seperti bakso ikan dan gulai, stok ikan Tuhuk melimpah di bulan Februari – Agustus (musim kemarau). Dengan melimpahnya stok ikan Tuhuk, para nelayan melalui unit dagang mengekspor ikan-ikan ini ke wilayah Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta.

Meskipun secara pengukuran masih dapat terbilang tradisional dengan tidak memiliki ukuran jelas tingkatan (grade) terhadap ikan-ikan hasil tangkapan, perikanan pesisir barat dapat dikatakan menjadi salah satu wilayah prioritas penopang perikanan Indonesia. Terbukti dengan bantuan yang diberikan Kementerian Kelautan kepada Koperasi Nelayan di Pesisir Barat.

“Dari pemerintah pusat, bantuan yang pernah diberikan ke kami adalah 48 unit kapal beserta dengan alat-alatnya. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan bantuan perumahan sekitar 70 unit siap huni kepada para nelayan,” ujar Bapak Mansa, Ketua Koperasi Nelayan Pesisir Barat yang juga merupakan pemilik kelompok nelayan kuala stabas UD. LOHAN yang sudah berdiri sejak tahun 2002.

Tidak hanya ikan Tuhuk, di musim kemarau juga banyak ditemukan ikan Tuna di laut Pesisir Barat. Sedangkan untuk musim basah Oktober – Februari, ikan Layur dan Gurita lah yang menjadi hasil tangkapan utama. Tangkapan yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan ±1.000 pedagang yang berada di daerah Pesisir Barat.

Melihat rantai pencaharian kelautan yang cukup besar dan hasil laut yang melimpah, Pesisir Barat memiliki potensi besar untuk berkembang dari sisi perikanan. Namun, dibutuhkan dukungan lebih lanjut pemerintah pusat untuk terus membangun, terutama sarana yang penting tempat bertemunya pedagang dan pembeli ikan, yakni Pasar yang ramah masyarakat.

Bapak Mansa mewakili para nelayan dan pedagang Pesisir Barat mengatakan, “Harapan saya, pemerintah dapat memfokuskan kepada perbaikan pasar agar menjadi lebih baik dan tertata rapi. Karena, para pedagang disini biasanya menjual ikan hanya di pinggir jalan. Saya rasa area itu berbahaya karena berada di arus lintas utama antar kota. Pedagang di sini lebih suka berjualan di pinggir jalan atau di pinggir kali karena berdekatan dengan pembuangan limbah. Namun, saya yakin pasar yang lebih baik akan dapat membantu para nelayan meningkatan hasil usahanya.”

***Selesai****

 

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

PR Cabana Surf and Stay

E: pr@cabanasurfandstay.com

Share the article

WE WANT YOU
TO HAVE A REAL
EXPERIENCE

BOOK NOW !
Top